Langsung ke konten utama

Bentuk dan Fungsi Persaingan Dalam Interaksi Sosial

Persaingan terjadi ketika orang perorangan atau kelompok manusia bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang tertentu, dengan cara menarik perhatian publik tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan.
 
Ada dua macam tipe persaingan, yaitu sebagai berikut.
  1. Persaingan yang bersifat pribadi, yaitu persaingan masing-masing orang secara langsung bersaing, misalnya untuk memperoleh kedudukan tertentu dalam organisasi.
  2. Persaingan yang bersifat kelompok, yaitu persaingan antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya. Misalnya dua kelompok perusahaan yang bersaing untuk memperebutkan mendapatkan monopoli pemasaran di suatu wilayah tertentu.
Bentuk-bentuk Persaingan
Ada beberapa bentuk persaingan, yaitu sebagai berikut.
1. Persaingan di Bidang Ekonomi
Ditinjau dari persaingan di bidang ekonomi, persaingan timbul karena terbatasnya penawaran dibandingkan dengan permintaan. Persaingan adalah salah satu cara untuk memilih produsen-produsen yang baik. Bagi masyarakat sebagai keseluruhan persaingan ini membawa keuntungan sebab produsen-produsen yang terbaik memenangkan persaingan dengan cara memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang lebih baik mutunya, dengan harga yang cukup rendah.
 
2. Persaingan untuk Mencapai Suatu Kedudukan Tertentu Dalam Masyarakat
Dalam diri seseorang maupun dalam kelompok manusia terdapat keinginan-keinginan yang diakui sebagai seseorang atau kelompok yang mempunyai kedudukan tersebut. Keinginan tersebut dapat terarah pada suatu persamaan derajat, kedudukan, dan peranan dengan pihak lain atau lebih tinggi dari pada itu.
 
3. Persaingan Dalam Bidang Kebudayaan
Persaingan dalam bidang kebudayaan misalnya pada waktu orang-orang Barat berdagang di pelabuhan Jepang maka para pendeta-pendeta agama Kristen berusaha untuk menyebarkan agama tersebut di Jepang. Hal yang sama juga terjadi sewaktu kebudayaan Barat, yang mula-mula dibawa oleh orang-orang Belanda pada akhir abad ke-15, berhadapan dengan kebudayaan Indonesia. Persaingan dalam bidang kebudayaan dapat menyangkut misalnya bidang keagamaan, institusi sosial, dan lain-lain.
 
4. Persaingan Karena Perbedaan Ras
Persaingan karena perbedaan ras juga merupakan persaingan di bidang kebudayaan. Perbedaan ras karena perbedaan warna kulit, bentuk tubuh, corak rambut, dan sebagainya hanya merupakan suatu perlambang dari suatu kesadaran dan sikap atas perbedaan dalam kebudayaan. Hal ini disebabkan karena ciri-ciri badaniah lebih mudah terlihat daripada unsur-unsur kebudayaan lain.

Fungsi-fungsi Persaingan
Fungsi-fungsi persaingan, yaitu sebagai berikut.
  1. Persaingan mempunyai fungsi sebagai suatu proses sosial dan membentuk interaksi dalam masyarakat. Ia menyusun suatu cara pembagian atau distribusi komoditi yang terbatas dalam masyarakat.
  2. Persaingan dalam batas-batas tertentu dapat menuntut pengaturan tingkah laku individu supaya terjadi persaingan yang sehat. Hal ini disebabkan karena persaingan yang tidak diatur, akan mengarah kepada konflik yang merugikan.
  3. Persaingan dapat mendorong dan merangsang individu dan grup untuk lebih maju. Dalam bidang niaga, persaingan dapat mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja.
  4. Persaingan dapat mempunyai daya rangsang dan daya dorong yang terbatas. Orang yang telah memutuskan untuk tidak mau terlibat dalam usaha yang berdasarkan persaingan, tidak dapat dirangsang lagi untuk masuk ke dalam persaingan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Uji Validitas dengan Corrected Item-Total Correlations SPSS

Uji validitas item merupakan uji instrumen data untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur apa yang ingin diukur. Item dapat dikatakan valid jika adanya korelasi yang signifikan dengan skor totalnya, hal ini menunjukkan adanya dukungan item tersebut dalam mengungkap suatu yang ingin diungkap. Item biasanya berupa pertanyaan atau pernyataan yang ditujukan kepada responden dengan menggunakan bentuk kuesioner dengan tujuan untuk mengungkap sesuatu. Teknik uji validitas item dengan teknik Corrected ItemTotal Correlation , yaitu dengan cara mengkorelasikan skor item dengan skor totalnya dan melakukan koreksi terhadap nilai koefisien korelasi yang overestimasi. Hal ini dikarenakan agar tidak terjadi koefisien item total yang overestimasi (estimasi nilai yang lebih tinggi dari yang sebenarnya). Pada metode ini tidak perlu memasukkan skor total, karena sudah dihitung secara otomatis.    Cara Uji Validitas Metode Analisis Faktor (KMO) dengan SPSS Kemudian pengujian sign...

Cara Uji Validitas Metode Analisis Faktor (KMO) dengan SPSS

Uji validitas item merupakan uji instrumen data untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur apa yang ingin diukur. Item dapat dikatakan valid jika adanya korelasi yang signifikan dengan skor totalnya, hal ini menunjukkan adanya dukungan item tersebut dalam mengungkap suatu yang ingin diungkap. Item biasanya berupa pertanyaan atau pernyataan yang ditujukan kepada responden dengan menggunakan bentuk kuesioner dengan tujuan untuk mengungkap sesuatu. Dalam uji validitas, suatu variabel dinyatakan valid dan dapat dianalisis lebih lanjut apabila memenuhi kriteria yang menyatakan bahwa angka KMO ( Keiser-Meyer-Olkin ) MSA ( Measures of Sampling Adequacy ) pada kolom KMO and Barlett’s Test harus lebih besar atau sama dengan 0,500. Sedangkan tingkat probabilitas (sig) harus lebih kecil atau sama dengan 5% (0,05). Cara Uji Normalitas Kolmogorov Menggunakan SPSS Kemudian untuk mengetahui tiap item valid atau tidak dapat dilihat dari nilai MSA pada kolom Anti Image Correlation’s ...

Cara Uji Variabel Mediasi Menggunakan SmartPLS

Proses pengujian hipotesis dengan model yang menyertakan variabel pemediasi ( intervening ) sebenarnya tidak jauh berbeda dengan proses pengujian hipotesis dengan model sederhana, seperti yang dijelaskan pada bagian sebelumnya. Proses yang dimaksud yaitu: Menyiapkan data dalam file Microsoft excel dengan format CSV ( comma delimited ). Membuka program ( software ) SmartPLS Membuat new project Meng-import data yang sudah disiapkan (poin 1) Menggambar model penelitian yang terdiri dari beberapa variabel laten Memasukkan data kuesioner (indikator) ke dalam variabel laten Melakukan pengujian kualitas model pengukuran ( PLS algoritm ) Melakukan pengujian hipotesis ( bootstrapping ) Yang membedakan antara model sederhana dengan model dengan memasukkan variabel pemediasi adalah letak (posisi) susunan variabel yang harus dibuat atau digambar dalam program SmartPLS. Untuk mempermudah memahami bagaimana proses pengujian hipotesis dengan model yang memuat variabel pemediasi, simaklah simulasi ber...