Langsung ke konten utama

Kecurangan UN Diminimalisir

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bertekad meminimalisir kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2014. Salah satunya dengan cara mewajibkan pengawas langsung memungut naskah jawaban dan soal begitu siswa menyelesaikan waktu ujian.

Dikatakan Mendikbud Mohammad Nuh, tahun lalu naskah jawaban dan soal masih sempat mampir ke tempat penyimpanan di ruang kepala sekolah yang dianggap banyak pihak membuka celah pihak sekolah melakukan kecurangan.

"Yang krusial adalah saat mengumpulkan lembar jawaban dipastikan steril dari dugaan ada penyimpangan. Karena itulah sekarang diubah, pengawas yang datang mengambil ke ruangan kelas, sehingga tidak dikumpul dulu di ruang kepala sekolah yang dicurigai bisa diubah-ubah," kata Nuh di Kemendikbud, Senin (24/2).

Ditegaskannya, Kemendikbud, Badan Penilitian dan Pengembangan (Balitbang) serta Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) ingin memastikan semua proses penyelenggaraan UN bisa dipertanggungjawabkan.

"Pemindaian tidak ada intervensi, tepat waktu. Kalau dulu (naskah jawaban) mudah sobek dan sebagainya, sekarang kita buat lembar jawaban 100 mg, sehingga kekhawatiran seperti tahun lalu bisa dihindari," jelasnya.

Mohammad Nuh juga memastikan walaupun perusahaan pemenang tender sudah diberi kepercayaan penuh, namun pengawasan melekat tetap dilakukan Balitbang dan BSNP serta Kemendikbud. Dalam prosesnya perusahaan harus melaporkan setiap hari progres pencetakan naskah UN.

"Setiap perusahaan mohon bisa melaporkan progres. Misal jumlah region satu, jumlahnya ada 1 jutaan naskah, sudah berapa yang selesai setiap mata pelajarannya. Ini agar dilaporkan. Region dua dan seterusnya begitu, Kita juga bisa cek lapangan mana buktinya, mana barangnya," tandasnya.

Sumber : JPNN.Com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Uji Validitas dengan Corrected Item-Total Correlations SPSS

Uji validitas item merupakan uji instrumen data untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur apa yang ingin diukur. Item dapat dikatakan valid jika adanya korelasi yang signifikan dengan skor totalnya, hal ini menunjukkan adanya dukungan item tersebut dalam mengungkap suatu yang ingin diungkap. Item biasanya berupa pertanyaan atau pernyataan yang ditujukan kepada responden dengan menggunakan bentuk kuesioner dengan tujuan untuk mengungkap sesuatu. Teknik uji validitas item dengan teknik Corrected ItemTotal Correlation , yaitu dengan cara mengkorelasikan skor item dengan skor totalnya dan melakukan koreksi terhadap nilai koefisien korelasi yang overestimasi. Hal ini dikarenakan agar tidak terjadi koefisien item total yang overestimasi (estimasi nilai yang lebih tinggi dari yang sebenarnya). Pada metode ini tidak perlu memasukkan skor total, karena sudah dihitung secara otomatis.    Cara Uji Validitas Metode Analisis Faktor (KMO) dengan SPSS Kemudian pengujian sign...

Cara Uji Validitas Metode Analisis Faktor (KMO) dengan SPSS

Uji validitas item merupakan uji instrumen data untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur apa yang ingin diukur. Item dapat dikatakan valid jika adanya korelasi yang signifikan dengan skor totalnya, hal ini menunjukkan adanya dukungan item tersebut dalam mengungkap suatu yang ingin diungkap. Item biasanya berupa pertanyaan atau pernyataan yang ditujukan kepada responden dengan menggunakan bentuk kuesioner dengan tujuan untuk mengungkap sesuatu. Dalam uji validitas, suatu variabel dinyatakan valid dan dapat dianalisis lebih lanjut apabila memenuhi kriteria yang menyatakan bahwa angka KMO ( Keiser-Meyer-Olkin ) MSA ( Measures of Sampling Adequacy ) pada kolom KMO and Barlett’s Test harus lebih besar atau sama dengan 0,500. Sedangkan tingkat probabilitas (sig) harus lebih kecil atau sama dengan 5% (0,05). Cara Uji Normalitas Kolmogorov Menggunakan SPSS Kemudian untuk mengetahui tiap item valid atau tidak dapat dilihat dari nilai MSA pada kolom Anti Image Correlation’s ...

Cara Uji Variabel Mediasi Menggunakan SmartPLS

Proses pengujian hipotesis dengan model yang menyertakan variabel pemediasi ( intervening ) sebenarnya tidak jauh berbeda dengan proses pengujian hipotesis dengan model sederhana, seperti yang dijelaskan pada bagian sebelumnya. Proses yang dimaksud yaitu: Menyiapkan data dalam file Microsoft excel dengan format CSV ( comma delimited ). Membuka program ( software ) SmartPLS Membuat new project Meng-import data yang sudah disiapkan (poin 1) Menggambar model penelitian yang terdiri dari beberapa variabel laten Memasukkan data kuesioner (indikator) ke dalam variabel laten Melakukan pengujian kualitas model pengukuran ( PLS algoritm ) Melakukan pengujian hipotesis ( bootstrapping ) Yang membedakan antara model sederhana dengan model dengan memasukkan variabel pemediasi adalah letak (posisi) susunan variabel yang harus dibuat atau digambar dalam program SmartPLS. Untuk mempermudah memahami bagaimana proses pengujian hipotesis dengan model yang memuat variabel pemediasi, simaklah simulasi ber...