Langsung ke konten utama

Download Tabel F dan Cara Membacanya

Uji F atau yang lebih sering disebut dengan uji anova adalah bentuk dari uji statistik yang bertujuan untuk mengetahuai perbedaan varians dari dua kelompok sampel atau lebih. kaidah pengambilan keputusan uji F dapat dilakukan dengan membandingkan nilai signifikansi ∝ maupun dengan membandingkan nilai kritis dengan nilai F hitung.

Sebagai ilustrasi peneliti ingin mengetahuai apakah terdapat perbedaan signifikan media pembelajaran terhadap prestasi belajar kelas A = 11 siswa, Kelas B=12 siswa dan Kelas C= siswa. dengan taraf signifikansi ∝ = 0.05 (5%). Untuk membaca tabel F peneliti terlebih dahulu harus mentukan nilai dk pembilang dan dk penyebut.


capture-20170213-071849.png 
dk pembilang = kelompok sampel - 1
dk penyembut = jumlah sampel - kelompok sampel


Bedasarkan ketentuan di atas, maka diperoleh dk pembilang = 3 -1 = 2  dan dk penyebut = 33 - 3 = 30. setelah diperoleh nilai dk pembilang  dan nilai dk penyembut. kemudian konsulttasikan dengan tabel f yang dapat diperoleh di tauitan berikut.

Download Tabel F dan Cara Membacanya

Berdasrkan langkah yang telah disampaikan di atas, diperoleh koefisien dk teoritik = 19.46 yang kemudian di konsultasikan dengan nilai dk empirik. dengan dikaidah pengambilan keputusan jika dk empirik > dk teoritik  maka kelompok sampel berasal dari varianse yang berbeda secara signifikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Uji Validitas dengan Corrected Item-Total Correlations SPSS

Uji validitas item merupakan uji instrumen data untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur apa yang ingin diukur. Item dapat dikatakan valid jika adanya korelasi yang signifikan dengan skor totalnya, hal ini menunjukkan adanya dukungan item tersebut dalam mengungkap suatu yang ingin diungkap. Item biasanya berupa pertanyaan atau pernyataan yang ditujukan kepada responden dengan menggunakan bentuk kuesioner dengan tujuan untuk mengungkap sesuatu. Teknik uji validitas item dengan teknik Corrected ItemTotal Correlation , yaitu dengan cara mengkorelasikan skor item dengan skor totalnya dan melakukan koreksi terhadap nilai koefisien korelasi yang overestimasi. Hal ini dikarenakan agar tidak terjadi koefisien item total yang overestimasi (estimasi nilai yang lebih tinggi dari yang sebenarnya). Pada metode ini tidak perlu memasukkan skor total, karena sudah dihitung secara otomatis.    Cara Uji Validitas Metode Analisis Faktor (KMO) dengan SPSS Kemudian pengujian sign...

Cara Uji Validitas Metode Analisis Faktor (KMO) dengan SPSS

Uji validitas item merupakan uji instrumen data untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur apa yang ingin diukur. Item dapat dikatakan valid jika adanya korelasi yang signifikan dengan skor totalnya, hal ini menunjukkan adanya dukungan item tersebut dalam mengungkap suatu yang ingin diungkap. Item biasanya berupa pertanyaan atau pernyataan yang ditujukan kepada responden dengan menggunakan bentuk kuesioner dengan tujuan untuk mengungkap sesuatu. Dalam uji validitas, suatu variabel dinyatakan valid dan dapat dianalisis lebih lanjut apabila memenuhi kriteria yang menyatakan bahwa angka KMO ( Keiser-Meyer-Olkin ) MSA ( Measures of Sampling Adequacy ) pada kolom KMO and Barlett’s Test harus lebih besar atau sama dengan 0,500. Sedangkan tingkat probabilitas (sig) harus lebih kecil atau sama dengan 5% (0,05). Cara Uji Normalitas Kolmogorov Menggunakan SPSS Kemudian untuk mengetahui tiap item valid atau tidak dapat dilihat dari nilai MSA pada kolom Anti Image Correlation’s ...

Cara Uji Variabel Mediasi Menggunakan SmartPLS

Proses pengujian hipotesis dengan model yang menyertakan variabel pemediasi ( intervening ) sebenarnya tidak jauh berbeda dengan proses pengujian hipotesis dengan model sederhana, seperti yang dijelaskan pada bagian sebelumnya. Proses yang dimaksud yaitu: Menyiapkan data dalam file Microsoft excel dengan format CSV ( comma delimited ). Membuka program ( software ) SmartPLS Membuat new project Meng-import data yang sudah disiapkan (poin 1) Menggambar model penelitian yang terdiri dari beberapa variabel laten Memasukkan data kuesioner (indikator) ke dalam variabel laten Melakukan pengujian kualitas model pengukuran ( PLS algoritm ) Melakukan pengujian hipotesis ( bootstrapping ) Yang membedakan antara model sederhana dengan model dengan memasukkan variabel pemediasi adalah letak (posisi) susunan variabel yang harus dibuat atau digambar dalam program SmartPLS. Untuk mempermudah memahami bagaimana proses pengujian hipotesis dengan model yang memuat variabel pemediasi, simaklah simulasi ber...