Langsung ke konten utama

Pengertian Discovery, Invention, dan Inovasi

Discovery 
Discovery adalah penemuan unsur-unsur kebudayaan yang baru baik berupa suatu alat baru maupun ide baru. Discovery akan menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui, menerima, serta menerapkan penemuan baru itu. Seringkali proses discovery sampai ke invention membutuhkan tidak hanya satu pencipta, tetapi rangkaian dari beberapa pencipta.

Beberapa faktor pendorong bagi penemuan-penemuan baru dalam masyarakat, antara lain sebagai
berikut.
  • a) Kesadaran dari perorangan adanya kekurangan dalam kebudayaan.
  • b) Kualitas ahli-ahli dalam suatu kebudayaan.
  • c) Perangsang bagi aktivitas-aktivitas penciptaan dalam masyarakat.

Invention
Penemuan baru (invention) menimbulkan pengaruh yang bermacam-macam di dalam masyarakat.
Suatu penemuan baru (invention) dapat menyebabkan perubahan-perubahan dalam bidang lain,
seperti: politik, agama, pendidikan, kesenian, adat istiadat, dan sebagainya. Contohnya penemuan radio, TV, dan telepon.

Inovasi
Inovasi adalah suatu proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam, energi, modal, pengaturan tenaga kerja, dan penggunaan teknologi, yang menyebabkan adanya sistem produksi dan produk-produk baru. Dengan demikian inovasi berkaitan dengan pembaharuan kebudayaan khususnya mengenai unsur-unsur teknologi dan ekonomi.

Dalam masyarakat terdapat individu-individu yang sadar akan adanya berbagai kekurangan tersebut
dalam kebudayaan. Guna memperbaiki kekurangan muncullah penemuan-penemuan baru yang bersifat discovery maupun invention.

Keinginan para ahli akan mutu suatu masyarakat juga merupakan dorongan terjadinya penemuan baru. Keinginan untuk mencapai mutu yang tinggi menyebabkan para ahli selalu memperbaiki hasil-hasil karyanya, sehingga tercipta penemuan baru.

Selain penemuan-penemuan baru dalam unsur-unsur kebudayaan jasmaniah atau kebendaan, terdapat pula penemuan-penemuan baru di bidang rohaniah. Misalnya ideologi baru, aliran kepercayaan yang baru, sistem hukum baru, dan sebagainya. 

Penemuan baru tersebut oleh Oghburn dan Nimkoff dinamakan social invention. Sosial invention, yaitu penciptaan pengelompokan individuindividu atau penciptaan adat istiadat baru dan perlakuan sosial yang baru.

Adapun yang terpenting dari social invention adalah akibat adanya social invention terhadap lembaga-lembaga kemasyarakatan yang kemudian berpengaruh pada bidang-bidang kehidupan lainnya. 

Misalnya dengan dikenalkan nasionalisme pada awal abad ke-20 oleh masyarakat terjajah yang pernah mengalami pendidikan Barat, menimbulkan gerakan yang menginginkan kemerdekaan politik. Gerakan-gerakan itu menimbulkan lembaga kemasyarakatan baru, seperti partai politik dan negara-negara baru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Uji Validitas dengan Corrected Item-Total Correlations SPSS

Uji validitas item merupakan uji instrumen data untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur apa yang ingin diukur. Item dapat dikatakan valid jika adanya korelasi yang signifikan dengan skor totalnya, hal ini menunjukkan adanya dukungan item tersebut dalam mengungkap suatu yang ingin diungkap. Item biasanya berupa pertanyaan atau pernyataan yang ditujukan kepada responden dengan menggunakan bentuk kuesioner dengan tujuan untuk mengungkap sesuatu. Teknik uji validitas item dengan teknik Corrected ItemTotal Correlation , yaitu dengan cara mengkorelasikan skor item dengan skor totalnya dan melakukan koreksi terhadap nilai koefisien korelasi yang overestimasi. Hal ini dikarenakan agar tidak terjadi koefisien item total yang overestimasi (estimasi nilai yang lebih tinggi dari yang sebenarnya). Pada metode ini tidak perlu memasukkan skor total, karena sudah dihitung secara otomatis.    Cara Uji Validitas Metode Analisis Faktor (KMO) dengan SPSS Kemudian pengujian sign...

Cara Uji Validitas Metode Analisis Faktor (KMO) dengan SPSS

Uji validitas item merupakan uji instrumen data untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur apa yang ingin diukur. Item dapat dikatakan valid jika adanya korelasi yang signifikan dengan skor totalnya, hal ini menunjukkan adanya dukungan item tersebut dalam mengungkap suatu yang ingin diungkap. Item biasanya berupa pertanyaan atau pernyataan yang ditujukan kepada responden dengan menggunakan bentuk kuesioner dengan tujuan untuk mengungkap sesuatu. Dalam uji validitas, suatu variabel dinyatakan valid dan dapat dianalisis lebih lanjut apabila memenuhi kriteria yang menyatakan bahwa angka KMO ( Keiser-Meyer-Olkin ) MSA ( Measures of Sampling Adequacy ) pada kolom KMO and Barlett’s Test harus lebih besar atau sama dengan 0,500. Sedangkan tingkat probabilitas (sig) harus lebih kecil atau sama dengan 5% (0,05). Cara Uji Normalitas Kolmogorov Menggunakan SPSS Kemudian untuk mengetahui tiap item valid atau tidak dapat dilihat dari nilai MSA pada kolom Anti Image Correlation’s ...

Cara Uji Variabel Mediasi Menggunakan SmartPLS

Proses pengujian hipotesis dengan model yang menyertakan variabel pemediasi ( intervening ) sebenarnya tidak jauh berbeda dengan proses pengujian hipotesis dengan model sederhana, seperti yang dijelaskan pada bagian sebelumnya. Proses yang dimaksud yaitu: Menyiapkan data dalam file Microsoft excel dengan format CSV ( comma delimited ). Membuka program ( software ) SmartPLS Membuat new project Meng-import data yang sudah disiapkan (poin 1) Menggambar model penelitian yang terdiri dari beberapa variabel laten Memasukkan data kuesioner (indikator) ke dalam variabel laten Melakukan pengujian kualitas model pengukuran ( PLS algoritm ) Melakukan pengujian hipotesis ( bootstrapping ) Yang membedakan antara model sederhana dengan model dengan memasukkan variabel pemediasi adalah letak (posisi) susunan variabel yang harus dibuat atau digambar dalam program SmartPLS. Untuk mempermudah memahami bagaimana proses pengujian hipotesis dengan model yang memuat variabel pemediasi, simaklah simulasi ber...