Langsung ke konten utama

Cara Menghitung Normalitas Kolmogorov Smirnov Secara Manual

Uji Normaltias dilaksanakan untuk mengetahui apakah sebaran data penelitian berdistrubi normal atau tidak, jika sebaran data penelitain berdisitribusi normal, maka uji statistik parametrik dapat dilaksanakan, sebaliknya jika sebaran data tidak berdistribusi normal maka uji nonparametrik lah yang dapat dilaksanakan. Salah satu bentuk uji Normalitas adalah dengan menggunakan uji kolmogorov smirnov.

Ada berbagai cara untuk melaksanakan uji normalitas menggunakan uji kolmogorov smirnov, salah satunya dengan perhitungan secara manual, berikut langkah-langkah uji kolmogorov smirnov secara manual.

  • data yang dugunakan dalam penelitain ini dapat diperoleh dari link berikut

  • untuk mempermudah perhitungan, siapkan tabel bantu sebagai berikut :
tabel bantu uji kolmogorov smirnov.png
  • Pada kolom K1 masukkan nomor secara urut, mulai dari angka 1 hingga nomor n, sesuai banyak data penelitian.

  • pada kolom K2 diperoleh dengan rumus (i-n)/n

  • pada kolom K3 diperoleh dengan rumus i/n. sehingga hasilnya sebagai berikut :
uji kolmogorov smirnov secara manual.png

  • tabel K3 diperoleh dengan mengurutkan data penelitian dari yang terkecil hingga yang terbesar.

  • tabel K4 diperoleh dengan rumus (ti-nilai rata-rata)/standar deviasi.
uji kolmogorov smirnov secara manual 2.png
  • kolom K6 diperoleh dengan menggunakan function microsoft excel yaitu normsdist (p)

  • tabel K7 diperoleh dengan menggunakan function excel abs(k6-k2)

  • kabel K8 diperoleh engan menggunakan function excel abs(k6-k3)
uji kolmogorov smirnov secara manual 3.png 
  • untuk mencari nilai ks, gunakan function max(k7) dan max(k8).

  • dari fungsi tersebut diperoleh nilai ks = 0.155 dan ks = 0.217.

  • gunakan nilai ks yang plaing besar sebagai hasil uji kolmogorov smirnov.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Uji Validitas dengan Corrected Item-Total Correlations SPSS

Uji validitas item merupakan uji instrumen data untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur apa yang ingin diukur. Item dapat dikatakan valid jika adanya korelasi yang signifikan dengan skor totalnya, hal ini menunjukkan adanya dukungan item tersebut dalam mengungkap suatu yang ingin diungkap. Item biasanya berupa pertanyaan atau pernyataan yang ditujukan kepada responden dengan menggunakan bentuk kuesioner dengan tujuan untuk mengungkap sesuatu. Teknik uji validitas item dengan teknik Corrected ItemTotal Correlation , yaitu dengan cara mengkorelasikan skor item dengan skor totalnya dan melakukan koreksi terhadap nilai koefisien korelasi yang overestimasi. Hal ini dikarenakan agar tidak terjadi koefisien item total yang overestimasi (estimasi nilai yang lebih tinggi dari yang sebenarnya). Pada metode ini tidak perlu memasukkan skor total, karena sudah dihitung secara otomatis.    Cara Uji Validitas Metode Analisis Faktor (KMO) dengan SPSS Kemudian pengujian sign...

Cara Uji Validitas Metode Analisis Faktor (KMO) dengan SPSS

Uji validitas item merupakan uji instrumen data untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur apa yang ingin diukur. Item dapat dikatakan valid jika adanya korelasi yang signifikan dengan skor totalnya, hal ini menunjukkan adanya dukungan item tersebut dalam mengungkap suatu yang ingin diungkap. Item biasanya berupa pertanyaan atau pernyataan yang ditujukan kepada responden dengan menggunakan bentuk kuesioner dengan tujuan untuk mengungkap sesuatu. Dalam uji validitas, suatu variabel dinyatakan valid dan dapat dianalisis lebih lanjut apabila memenuhi kriteria yang menyatakan bahwa angka KMO ( Keiser-Meyer-Olkin ) MSA ( Measures of Sampling Adequacy ) pada kolom KMO and Barlett’s Test harus lebih besar atau sama dengan 0,500. Sedangkan tingkat probabilitas (sig) harus lebih kecil atau sama dengan 5% (0,05). Cara Uji Normalitas Kolmogorov Menggunakan SPSS Kemudian untuk mengetahui tiap item valid atau tidak dapat dilihat dari nilai MSA pada kolom Anti Image Correlation’s ...

Cara Uji Variabel Mediasi Menggunakan SmartPLS

Proses pengujian hipotesis dengan model yang menyertakan variabel pemediasi ( intervening ) sebenarnya tidak jauh berbeda dengan proses pengujian hipotesis dengan model sederhana, seperti yang dijelaskan pada bagian sebelumnya. Proses yang dimaksud yaitu: Menyiapkan data dalam file Microsoft excel dengan format CSV ( comma delimited ). Membuka program ( software ) SmartPLS Membuat new project Meng-import data yang sudah disiapkan (poin 1) Menggambar model penelitian yang terdiri dari beberapa variabel laten Memasukkan data kuesioner (indikator) ke dalam variabel laten Melakukan pengujian kualitas model pengukuran ( PLS algoritm ) Melakukan pengujian hipotesis ( bootstrapping ) Yang membedakan antara model sederhana dengan model dengan memasukkan variabel pemediasi adalah letak (posisi) susunan variabel yang harus dibuat atau digambar dalam program SmartPLS. Untuk mempermudah memahami bagaimana proses pengujian hipotesis dengan model yang memuat variabel pemediasi, simaklah simulasi ber...