Langsung ke konten utama

Operasi Himpunan dan Contohnya


Pada topik kali ini, kita akan membahas operasi pada himpunan. Sebelum mempelajari materi tersebut, terlebih dahulu kita akan membahas tentang himpunan bagian.
1. Himpunan Bagian
Definisi
Himpunan A merupakan himpunan bagian dari B jika dan hanya jika setiap anggota A juga menjadi anggota B.
Didefinisikan pula bahwa setiap himpunan kosong merupakan bagian dari himpunan lainnya.
Contoh:
Himpunan bagian dari B = {1, 2} adalah Ø, {1}, {2}, dan {1, 2}.
Tampak bahwa jika n(B) = 2 maka banyak himpunan bagiannya ada 4 = 22.
Secara umum dapat dirumuskan bahwa:
Sifat
jika A adalah suatu himpunan dengan n(A) = k maka banyaknya himpunan bagian dari A adalah 2k
Apakah kalian sudah paham?
Sekarang, mari kita lanjutkan pada pembahasan operasi pada himpunan.
2. Operasi Komplemen
Definisi
Operasi komplemen didefinisikan sebagai berikut.
Dibaca “himpunan A’ anggotanya adalah x sedemikian sehingga x bukan anggota A, tapi x anggota S.”
Contoh:
Diketahui S adalah himpunan bilangan asli yang kurang dari 7 dan A = {2, 3, 5}. Coba tentukan A’ dan gambarkan diagram Venn-nya.
Jawab:
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7} dan A = {2, 3, 5}
Berdasarkan pengertian operasi komplemen, diperoleh A’ = {1, 4, 6, 7}.
Diagram Venn-nya seperti berikut.
 Operasi Himpunan dan Contohnya
3. Operasi Pengurangan
Definisi
Operasi pengurangan dua buah himpunan dinotasikan dengan “-“, didefinisikan sebagai berikut.
Contoh:
Dari himpunan A = {1, 3, 5, 7} dan B = {2, 4, 6, 8}, diperoleh A – B = {1, 3, 5, 7} = A. Kamu pun dapat mengamati bahwa A dan B adalah himpunan yang saling lepas. Ternyata, untuk himpunan yang saling lepas ini, selisihnya sama dengan himpunan yang dikurangi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Uji Validitas dengan Corrected Item-Total Correlations SPSS

Uji validitas item merupakan uji instrumen data untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur apa yang ingin diukur. Item dapat dikatakan valid jika adanya korelasi yang signifikan dengan skor totalnya, hal ini menunjukkan adanya dukungan item tersebut dalam mengungkap suatu yang ingin diungkap. Item biasanya berupa pertanyaan atau pernyataan yang ditujukan kepada responden dengan menggunakan bentuk kuesioner dengan tujuan untuk mengungkap sesuatu. Teknik uji validitas item dengan teknik Corrected ItemTotal Correlation , yaitu dengan cara mengkorelasikan skor item dengan skor totalnya dan melakukan koreksi terhadap nilai koefisien korelasi yang overestimasi. Hal ini dikarenakan agar tidak terjadi koefisien item total yang overestimasi (estimasi nilai yang lebih tinggi dari yang sebenarnya). Pada metode ini tidak perlu memasukkan skor total, karena sudah dihitung secara otomatis.    Cara Uji Validitas Metode Analisis Faktor (KMO) dengan SPSS Kemudian pengujian sign...

Cara Uji Validitas Metode Analisis Faktor (KMO) dengan SPSS

Uji validitas item merupakan uji instrumen data untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur apa yang ingin diukur. Item dapat dikatakan valid jika adanya korelasi yang signifikan dengan skor totalnya, hal ini menunjukkan adanya dukungan item tersebut dalam mengungkap suatu yang ingin diungkap. Item biasanya berupa pertanyaan atau pernyataan yang ditujukan kepada responden dengan menggunakan bentuk kuesioner dengan tujuan untuk mengungkap sesuatu. Dalam uji validitas, suatu variabel dinyatakan valid dan dapat dianalisis lebih lanjut apabila memenuhi kriteria yang menyatakan bahwa angka KMO ( Keiser-Meyer-Olkin ) MSA ( Measures of Sampling Adequacy ) pada kolom KMO and Barlett’s Test harus lebih besar atau sama dengan 0,500. Sedangkan tingkat probabilitas (sig) harus lebih kecil atau sama dengan 5% (0,05). Cara Uji Normalitas Kolmogorov Menggunakan SPSS Kemudian untuk mengetahui tiap item valid atau tidak dapat dilihat dari nilai MSA pada kolom Anti Image Correlation’s ...

Cara Uji Variabel Mediasi Menggunakan SmartPLS

Proses pengujian hipotesis dengan model yang menyertakan variabel pemediasi ( intervening ) sebenarnya tidak jauh berbeda dengan proses pengujian hipotesis dengan model sederhana, seperti yang dijelaskan pada bagian sebelumnya. Proses yang dimaksud yaitu: Menyiapkan data dalam file Microsoft excel dengan format CSV ( comma delimited ). Membuka program ( software ) SmartPLS Membuat new project Meng-import data yang sudah disiapkan (poin 1) Menggambar model penelitian yang terdiri dari beberapa variabel laten Memasukkan data kuesioner (indikator) ke dalam variabel laten Melakukan pengujian kualitas model pengukuran ( PLS algoritm ) Melakukan pengujian hipotesis ( bootstrapping ) Yang membedakan antara model sederhana dengan model dengan memasukkan variabel pemediasi adalah letak (posisi) susunan variabel yang harus dibuat atau digambar dalam program SmartPLS. Untuk mempermudah memahami bagaimana proses pengujian hipotesis dengan model yang memuat variabel pemediasi, simaklah simulasi ber...